Mantan Bupati Siak, Arwin AS, dijatuhi hukuman empat tahun penjara terkait statusnya sebagai terdakwa kasus korupsi kehutanan di Kabupaten Siak, oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), di Pekanbaru, Kamis. “Terdakwa Arwin AS terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama,” kata Hakim Ketua, Moefry SH.  Dalam amar putusannya, hakim mewajibkan terdakwa membayar denda sebesar Rp200 juta subsidair dua bulan kurungan, dengan perintah supaya terdakwa tetap dalam tahanan. Selain itu, hakim juga menghukum terdakwa untuk membayar uang pengganti sebesar Rp850 juta ditambah 2.000 dolar AS.  Apabila terdakwa tidak membayar uang pengganti tersebut dalam waktu satu bulan setelah putusan hukum tetap, maka harta benda terdakwa akan disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut. Terdakwa juga akan dipidana penjara selama satu tahun apabila harta bendanya tidak mencukupi untuk membayar uang pengganti itu. Vonis Lebih Ringan

 

Vonis empat tahun penjara terhadap Arwin AS lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).  Sebelumnya jaksa dalam tuntutannya meminta Arwin dihukum lima tahun penjara karena terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana diancam pidana dalam pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999. Yakni, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke – 1 KUHP jo. Pasal 65 ayat (1) KUHP dalam dakwaan primair. Dalam sidang, Moefry mengakui terdapat perbedaan persepsi (dissenting opinion) dari anggota majelis hakim mengenai penetapan putusan. “Dua hakim menyatakan terdakwa tidak bersalah, namun tiga hakim lainnya menilai seluruh unsur sudah terpenuhi,” ujar Moefry.

Hal yang memberatkan terdakwa adalah tindak pidana Arwin AS bertentangan dengan program pemerintah yang sedang gencar melakukan pemeberantasan koprupsi, dan selaku Bupati Siak tidak memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Sedangkan hal yang meringankan adalah terdakwa tak pernah dihukum, sopan dalam pengadilan, dan telah berjasa untuk negara khususnya di Kabupaten Siak. Tim Penasehat Hukum Arwin AS menyatakan pikir-pikir terhadap putusan pengadilan itu. Suasana haru langsung terasa setelah hakim memukulkan palu tanda persidangan usai. Arwin AS yang mengenakan batik lengan pendek, langsung dikerumuni oleh keluarga dan pendukungnya yang setia mengikuti persidangan. Arwin terlihat tetap tegar saat memeluk anak dan isterinya, Afrita Dara, yang menangis histeris di tengah ruangan pengadilan.

 

sumber: Antara

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s