Dua oknum bintara Satuan Resnarkoba Polres Pelabuhan Belawan, Sumatara Utara,  Bripka Sukarni (33), dan Brigadir R Simamora (31), Rabu (21/12/2011) diamankan petugas provost setelah terindikasi menerima uang Rp 200 juta dari bandar narkoba. Kedua oknum bintara itu disinyalir sengaja melepaskan seorang gembong narkoba, Herianto setelah terjadi kesepakatan pembebasan senilai Rp 200 juta. Namun belakangan, Herianto yang merasa diperas oleh kedua oknum itu melaporkan kasus itu ke Satuan Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, hingga keduanya dibekuk. “Pelapor mengaku dipaksa menyerahkan uang Rp juta. Karena merasa diperas, dia melaporkan kasus itu,” kata Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Hamam Wahyudi, Kamis (22/12/2011).Hamam menyebutkan kasus itu masih didalami provost untuk memastikan adanya pelanggaran kode etik.

Pasalnya dari kronologis yang dirinci pelapor, transaksi Rp 200 juta diawali penangkapan Herianto yang dilakukan Bripka Sukarni dan Brigadir R Simamora di kawasan Medan Marelan, beberapa hari lalu. Ketika itu keduanya menuding Herianto terlibat peredaran narkoba dalam jumlah besar. Namun sebelum menyerahkan hasil tangkapan itu ke pimpinannya, kedua oknum itu membuka peluang bagi Herianto untuk bebas, asal memberikan uang Rp 200 juta. Sejauh ini polisi belum bersedia mengungkap kronologis versi kedua bintara.

 

sumber: Tribunnews

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s