Category Archives: Sosial

Berita Pelanggaran HAM Terhadap Anak Punk Di Aceh Sampai Ke Luar Indonesia.

Aksi pelanggaran HAM terhadap anak anak punk di aceh pun mendapat kecaman dari beberapa anak punk yang tinggal diluar Indonesia. Mereka menganggap pelanggaran HAM tersebut sebagai penindasan hidup terhadap komunitas punk yang seharusnya tidak terjadi dan mereka juga menganggap bahwa kebebasan terhadap kaum marjinal (punk) masih dipertanyakan dan di intimidasi.

Segenap pemusik indie scene punk yang tinggal diluar Indonesia juga mengecam aparat di aceh karna telah melanggar HAM (hak asasi manusia) terhadap anak anak punk. Mereka sangat tidak menyetujui apa yang telah dilakukan oleh aparat tersebut karna bagi mereka tidak ada batasan untuk kebebasan seseorang atau suatu kaum selama itu tidak melanggar hukum atau mengganggu orang lain. Beberapa dari mereka juga mengatakan perkataan yang sangat menyinggung aparat di aceh karna sangat tidak terimanya mereka terhadapa aksi pelanggaran HAM tersebut.

Dan berita pelanggaran terhadap anak punk di aceh pun juga disorot oleh media di luar Indonesia yang menganggap berita punk di aceh ini menjadi berita dunia. Terkejut dan kaget begitu membaca sebuat twiit dari @ceudah tentang respon media terkenal di Amerika Serikat, The Washington Post Rabu 14 desember 2011 terhadap pembinaan punker oleh Kepolisian Aceh. The Washington Post menulis sebuah ulasan yang berjudul: Hard-line Indonesia Province Shaves Mohawk off Punk Rockers Detained at Concert. Sebuah judul yang menyeramkan.

Rupanya, bukan hanya The Washington Post yang sinis melihat pembinaan anak-anak Punk di Aceh, tetapi sejumlah media barat begitu getol merilis berita itu dengan versi mereka. Dalam blog Moersalin and his world yang ditulis @ceudah berjudul “Ketika Punk Aceh Jadi Berita Dunia” diungkapkan bahwa penanganan punk yang dilakukan Pemko Banda Aceh dan Polda Aceh disorot media asing sebagai pelanggaran HAM.

Sumber: detiknews.com

Advertisements

Aksi Solidaritas Anak Punk

Jakarta, tepat pada tanggal 17 desember 2011 sabtu lalu beberapa anak anak punk melakukan aksi solidaritas di daerah Bundaran HI, Jakarta. Dengan menggunting rambut mereka ala Mohawk. Aksi yang mereka lakukan bertujuan untuk memberikan solidaritas mereka kepada teman teman mereka sesama kaum marjinal (punk) yang berada di aceh karna mendapatkan perilaku yang melanggar HAM (hak asasi manusia) dari beberapa aparat kepolisian setempat.

Mereka mengatakan ”hentikan tindakan represif aparat kepada kami, kami bukan sampah. Tolong penangkapan teman-teman dihentikan, tolong tak ada lagi pemotongan rambut, pembotakan, kami jenuh dengan hal ini. Tak ada penyelesaian jelas untuk hal itu,” ujarnya.

Menurutnya, punk adalah bagian dari masyarakat yang sama-sama memiliki hak yang sama sebagai warga negara. Hanya karena dress code dan penampilan mereka yang agak berbeda dari masyarakat pada umumnya, mereka sering kali menjadi kambing hitam atas tindakan negatif yang belum tentu mereka yang lakukan. “Kami ingin ada bukti, kalau memang kami dirasa menganggu siapa yang menganggu, kami akan tindaklanjuti,”

Dan aksi demo serupa juga dilakukan saat hujan pada hari Sabtu di depan kantor penghubung Pemprov Aceh di Jakarta (jalan R.P. Suroso-Menteng). Aksi solidaritas ini menunjukan bahwa sesungguhnya hidup dan kebebasan adalah milik hak setiap insan yang hidup di dunia di bagian manapun. Tidak sepantasnya siapapun atau oknum manapun yang melarang kebebasan hidup manusia selama kebebasan itu tidak melanggar hukun dam mengganggu kebebasan manusia lain juga.

Aksi solidaritas yang dilakukan di sekitaran bundaran HI, Jakarta ini berjalan damai tanpa adanya huru hara karna mereka menganggap ini adalah aksi kemanusiaan dan harus dilakukan tanpa adanya aksi kekerasan meskipun teman teman mereka sesama punk di aceh mendapatkan perilaku yang tidak baik.

sumber: kompas.com